PERKARA HUTANG
PERKARA HUTANG
Pasca tayangan I'm Possible tadi malam, tak disangka banyak banget orang yang langsung follow akun Facebook dan Instagram Saya. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang langsung curhat mengenai hutang-hutangnya. Misalnya:
"Kang, Saya sedang terpuruk sekali dan hutang Saya banyak, bla bla bla..."
"Sekarang Saya lagi punya utang 100 juta di bank, bla bla bla..."
"Saat ini Saya lagi dalam kondisi terpuruk, hutang Saya banyak, suami Saya sudah tidak bekerja hampir 10 bulan, bla bla bla..."
...dan sejenisnya.
Ah, gila. Kalau kata kang Rendy Saputra, bener-bener bisa jadi Debt Counselor beneran dah! Tiap hari nerima curhatan hutang. Hahaha 🤣🤣🤣
Baiklah. Izinkah Saya menyampaikan unek-unek dan pemikiran Saya tentang hutang. Boleh Anda simak, meskipun mayan panjang. Share juga ya. Bismillah...
Jadi gini...
Jika saat ini Anda berada dalam kondisi Debt Free, alias Bebas Hutang, maka hal tersebut harus benar-benar Anda syukuri dan dipertahankan. Saran Saya, jangan pernah sentuh hutang sedikitpun, kecuali Allah benar-benar takdirkan untuk itu. Maksudnya?
Seperti yang mungkin Anda tahu, kasus hutang Saya, sesungguhnya bukan murni hutang Saya.
Ya, ini adalah TANGGUNG JAWAB Saya atas kerugian bisnis yang dialami oleh ratusan orang teman yang menitipkan/menginvestasikan uangnya pada kawan Saya, LEWAT Saya.
Jadi, kejadian dan penyebab hutangnya memang UN-EXPECTED, bukan karena niat dan sengaja utang. Tidak.
Saat itu, Saya bisa saja lepas tanggung jawab dan bilang gini ke para investor, "Kalian tagih aja sana ke si ANU, lha duitnya di dia kok. Saya kan cuma Mediator. Bla bla bla...".
Namun, hal tersebut menunjukkan sikap TAK BERTANGGUNG JAWAB.
Saya diajari guru Saya, untuk TAKE RESPONSIBILITY di setiap kejadian. Apapun kejadiannya, baik atau buruk.
Sekilas, memang itu bukan salah Saya. Lha iya, wong duitnya langsung menuju dan Saya teruskan ke si ANU. Bukti dan data lengkap. Mau laporin Saya pun gak bisa. Weow! ☺️
Tapi, meminjam istilahnya Rendy ReZha, Saya menangkap Pesan Cinta-Nya...
"Wa, ambil tanggung jawab ini. AKU akan menolongmu. AKU akan membantumu...".
Yowis, ta ambil. Tanpa ba bi bu...
"Kawan-kawan, InsyaAllah total kerugian uang kalian yang terkumpul lewat Saya sebanyak Rp 7,7M, akan Saya kembalikan. Kapan? Gak tahu. Doakan..."
Otomatis banyak orang marah dan minta kepastian, "Iya masalahnya kapan?!!!".
Jawab aja, "Gak tahu, doakan. Tenang, Saya gak akan kabur. Ini akun FB Saya. Ini akun Twtter Saya. Ini Email Saya. Ini Nomor HP Saya. Kalau ada apa-apa, kontak aja. Saya gak akan kabur".
Hahaha... Gaya banget ya, belaga jadi pahlawan, aselinya mumet banget itu, sumpah. Hahaha 😅😂🤣
Dari ratusan investor dan puluhan mediator, hampir semuanya mengambil keputusan untuk TIDAK TAKE RESPONSIBILITY, "Pokoknya duit Saya harus balik, gimanapun caranya...".
Ya, hampir semua dari mereka nodong Saya dan minta duitnya balik. Yo jelas duitnya kagak ada di gue, lah...
Teringat seorang kawan yang datang ke Saya dan curhat mengenai hutangnya juga, ceritanya begini:
X: "kang, Saya baru aja bangkrut nih. Utang Saya mayan gede. Nyampe 300 juta. Kasih solusi dong, kang..."
Saya: "innalillahi, turut berduka ya. Itu gimana ceritanya?".
X: "ceritanya hampir mirip sama akang. Saya ditipu partner bisnis Saya, kang. Dia sekarang kabur bawa duit Saya. Kontaknya hilang, susah dihubungi...".
Saya: "oalah, ono ae. Bentar, sebelum Saya kasih solusi, Saya tanya dulu. Menurutmu, yang salah siapa?".
X: "dia lah, kang. Dia awalnya baik sama Saya. Makanya Saya percaya. Tapi lama kelamaan dia malah nusuk dari belakang, dan uang Saya dibawa kabur semuanya. Kesel banget Saya, kang...".
Sampai disini, Saya pun mulai tertawa ngakak di depan dia...
Saya: "Hahaha... 🤣🤣🤣".
X: "lho, kok akang malah ketawa, sih?"
Rasa-rasanya dia mulai heran dari cara Saya memberikan konsultasi dan solusi...
Saya: "kamu tahu gak kesalahanmu apa?"
X: "lho, emang apa, kang?"
Saya: "kesalahanmu yang terbesar adalah ketika kamu tidak menyadari bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh kamu sendiri...".
X: "lho, kok jadi Saya? Jelas-jelas dia yang nipu dan bawa kabur uang Saya, kang...".
Saya: "Nah, itu dia. Pertanyaannya Saya, yang percaya sama dia siapa?"
X: "saya, kang..."
Saya: "Yang naruh duit di dia siapa?"
X: "saya, kang..."
Saya: "Terus, yang mutusin berpartner dan bisnis bareng dia siapa?"
X: "saya, kang..."
Saya: "Sekarang, yang salah siapa?".
X: "Hmmm... saya, kang 😞😞😞😭".
Ya, hampir semua orang, manusiawinya memang pengen nyalahin orang pas ada kejadian yang gak mengenakkan.
Sama seperti kasus Saya 6 tahun lalu...
Saya bisa saja serahkan semua tanggung jawab ke si ANU, tapi hal tersebut tidak menyelesaikan permasalahan. Yang ada, malah nambah masalah baru.
Dicap gak bertanggung jawab...
Dituduh bener-bener penipu...
Dianggap lepas tangan...
Makin dibenci banyak orang...
...dan masalah lainnya.
Makanya, Saya putuskan ambil tanggung jawabnya. Hutang kerugian tersebut akan Saya ganti dalam waktu secepat-cepatnya. Gimana caranya? Teuing, kumaha engke we, lah. Aing mikir heula! 😁
Karenanya Saya salut dengan 2 orang mediator yang punya sikap serupa dengan Saya. Apa itu?
Take responsibility dengan kejadian.
Pasrah dengan keadaan.
Ikhlas gak nuntut ganti rugi.
Ridho duitnya hilang melatang.
Padahal, investnya gak dikit, lho...
Yang satu, sekitar Rp 165 juta-an.
Yang satu, sekitar Rp 300 juta-an.
Tapi dua orang ini gak nagih dan gak nuntut duitnya balik, malah berbalik nolongin Saya saat susah.
Jualan ceker pedas...
Jualan kerupuk pedas...
Ternak kambing, tapi pada mati...
Ah, pokoknya pedesss banget lah pengalamannya, sesuai namanya 🙈
Ya, mereka berdua adalah Mochammad Rizal (CEO Billionaire Store) dan Mirza G. Indralaksana (co-Founder Billionaire Store). Love u guys! 😘 #nggilani 🤪
Meskipun mereka sama-sama korban kaya Saya, tapi mereka nrimo dan take responsibility terhadap kejadian.
Inilah bukti konsep keimanan pada Qodho-Nya Allah.
Diucapkan dan dipraktikkan. Kalau ada kejadian buruk, ya imani. Itu bukti bahwa Allah sayang sama kita. Kangen sama kita.
Pengen kita nangis di malam hari.
Pengen kita berlama-lama dalam sujud.
Pengen kita dekat sedekat-dekatnya.
Tak ada yang diduakan...
Tak menuhankan manusia.
Tak menuhankan uang.
Tak menuhankan kemampuan.
Tak menuhankan ikhtiyar.
Hanya Allah yang dituhankan. Titik, tanpa koma. Dan itu dibuktikan...
Buktikan dengan apa?
TAKE RESPONSIBILITY (ambil tanggung jawab) di setiap kejadian.
Bukankah kejadian tersebut tak mungkin terjadi melainkan atas izin-Nya?
Jadi, ridho, pasrah, ikhlas...
Jangan salahkan orang lain, walaupun secara hukum bisa jadi orang lain yang salah. Tapi ingat, kita tidak sedang bicara hukum dunia, tapi kita sedang bicara hukum langit. Allah lagi ngasih sinyal...
So, bersyukurlah bagi Anda yang gak pernah bersentuhan sama sekali dengan hutang ya. Syukuri akan hal itu. Berdoalah sama Allah, semoga Allah menjaga kita. Aaamin...
Lantas, bagaimana kalau seandainya kita udah terlanjur kecebur dalam hutang?
4 TIPE ORANG NGUTANG
Sebelum dijawab, yuk kita tebak-tebakan dulu. Perhatikan 4 tipe orang berikut ini:
1. Susah ngutang, gampang bayar
2. Susah ngutang, susah bayar
3. Gampang ngutang, susah bayar
4. Gampang ngutang, gampang bayar
Menurut Anda, diantara keempat tipe orang tersebut, manakah tipe orang ngutang yang paling berbahaya?
Hayoooo mana hayooooo.... 🧐🤔
Sekilas, mungkin Anda akan menjawab tipe ke-3 lah yang paling berbahaya. Betul? Kenapa?
Karena GAMPANG NGUTANG, SUSAH BAYAR. Kan entar susah nagihnya, kang...
Pertanyaannya, apakah benar tipe seperti ini yang paling berbahaya?
Eits, ternyata enggak. Bukan yang itu.
Mari kita bahas satu per satu...
Tipe pertama, Orang yang SUSAH NGUTANG, GAMPANG BAYAR. Bisa jadi mereka tipe orang yang memegang prinsip “anti hutang” dalam hidupnya. Jika sekiranya tidak perlu hutang, kenapa harus berhutang. Jika sekiranya masih bisa diusahakan, sebisa mungkin tidak berhutang. Hidupnya lapang dan berkecukupan. Kalaupun dihadapkan pada kondisi berhutang, mereka akan gampang bayarnya. Mereka adalah orang-orang yang amanah.
Tipe kedua, Orang yang SUSAH HUTANG, SUSAH BAYAR. Mereka adalah orang yang sedang bangrkut, kesulitan, dan berada di titik nadir. Prinsip hidupnya mungkin anti hutang, tapi ketika keadaan memaksa dia berhutang, entar karena ditipu teman, kecelakaan, nanggung hutang keturunan, dll, dia akan kesulitan untuk bayar. Karena memang hidupnya sulit. Orang seperti ini biasanya banyak ditemukan pada mereka yang kena kejadian tak diduga-duga (Un-Expected). Penyebabnya apa? Bisa jadi ujian, bisa jadi cobaan, bisa jadi azab. Wallahu'alam.
Tipe ketiga, Orang yang GAMPANG NGUTANG, SUSAH BAYAR. Mereka adalah orang yang benar-benar hidup susah. Ibarat kata, untuk makan aja susah, dan mesti ngutang. Keadaan ekonominya miskin, mentalnya juga miskin, sehingga mudah hutang. Kalau orang miskin tapi mentalnya kaya, mereka pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak minta-minta dan berhutang. Tapi sayangnya tipe ini bermental miskin, sukanya meminta-minta, termasuk meminta uang dengan berhutang.
Tipe keempat, Orang yang GAMPANG NGUTANG, GAMPANG BAYAR. Mereka adalah orang-orang yang paling diwaspadai. Inilah yang paling berbahaya. Mengapa? Mungkin ketika bayar gampang, tapi bisa jadi hasil dari hutang juga. Prinsipnya, yang penting hutang yang terdahulu lunas, nanti baru memikirkan bagaimana cara melunasi hutang yang baru. Jika Anda memberikan hutang kepada orang seperti ini, hati-hati, siap-siaplah Anda kehilangan uang Anda. Mereka adalah orang-orang bermental ‘penjahat’. Dan tipe ini biasanya yang menghalalkan segala cara untuk bisa bergaya. Hidupnya kebanyakan gaya. Gaya hidupnya lebih gede daripada penghasilannya. Huffh! 😤
Jadi, sekarang udah jelas ya, mana tipe orang yang paling berbahaya...
Pastikan Anda gak termasuk tipe yang keempat. Maksa ngutang untuk memenuhi keinginan dan gaya hidup.
Kuncinya: SABAR aja. dan TERUS BERJUANG.
Kalau memang belum sanggup beli Mobil, nggak usah maksa Leasing. Motoran aja...
Kalau memang belum sanggup beli Rumah, nggak usah maksa KPR. Ngontrak aja...
Kalau memang belum sanggup beli Kantor, nggak usah maksa Ngutang. Nyewa aja...
Intinya: Jangan pusing dengan penilaian orang. Pusinglah dengan nasibmu di masa depan jika itu semua kamu lakukan.
PENYEBAB HUTANG
Sekarang, mari kita analisa 3 hal yang menyebabkan seseorang berhutang
1. UNDER EARNING
Ini terjadi karena penghasilan mereka yang terlalu kecil dibandingkan pengeluaran untuk kebutuhannya sehari-hari. Kasarnya, untuk makan dan bertahan hidup saja susah, sehingga terpaksa harus berhutang.
Solusinya: Anda harus memperbanyak SUMBER PENGHASILAN ANDA. Jangan hanya mengandalkan satu pipa penghasilan saja. Perbanyak pipanya, per besar incomenya.
2. OVER SPENDING
Boros! Itulah kuncinya. Mereka yang memiliki penghasilan yang cukup tapi pengeluarannya pun cukup besar. Penghasilannya mungkin akan menutupi kebutuhan hidupnya, tapi mereka tidak bisa mengontrol keinginan-keinginan pribadinya yang begitu besar sehingga boros.
Solusinya: Anda harus hidup SEDERHANA. Coba lihat kembali pengeluaran Anda setiap bulannya, mana saja yang bisa Anda hemat.
3. UN-EXPECTED EVENT
Jika penyebab pertama dan kedua terjadi karena kontrol penuh si penghutang, penyebab ketiga ini terjadi di luar kontrol dirinya. Biasanya terjadi karena kecelakaan dan sesuatu yang tidak diduga-duga, seperti kecolongan, ditipu teman, kebanjiran, longsor, dan lain-lain. Karena sesuatu yang tidak diduga-duga itu, mereka harus terpaksa berhutang karena harus menanggung kerugian tersebut.
Cara termudah agar Anda tidak bermental MUDAH HUTANG adalah dengan mengenal dan menghindari tiga penyebab hutang di atas. Karena ketika Anda mengenalinya, Anda akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melakukan hal-hal yang berpotensi jadi hutang. Misalnya, Anda akan fokus untuk memperbesar pemasukan Anda, melakukan tracking income dari mana saja, melakukan perencanaan keuangan untuk kehidupan pribadi dan bisnis, tidak boros, lebih berhati-hati dalam membuat keputusan, dan lebih mendekat kepada-Nya agar dihindarkan dari bencana besar, dan lain-lain.
CARA LUNASIN HUTANG
"Terus, cara lunasin hutangnya gimana, kang?"
Jawab: BAYAR! 😁👊
"Iya gimana caranya, kang?"
Jawab.
1. Jualan
2. Bisnis
3. Sedekah
Fokusin ke tiga hal itu.
Plus, saran Saya, baca buku 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula. Itu wajib! Supaya Anda gak kena lagi. Ambil pelajaran berharganya. Mahal ilmunya, tapi murah harga bukunya, cuma Rp 70rb.
(Kalau mau beli, bisa kesini: bit.ly/order_buku_7KFPP)
Tapi saran Saya, selain baca buku tersebut, Anda jangan terlalu fokus ke teknisnya dulu. Terus?
Kalau kata Mas Saptuari Sugiharto, Fokus aja PDKT sama Allah. Caranya?
Pertama, Taubat Nasuha.
Apapun alasannya, pastikan kita segera taubat dan menyesali segala dosa yang telah diperbuat, serta berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulanginya lagi. Kenapa? Jangan tanya kenapa, cobalah merenung dan berpikir: sudah berapa banyak dosa yang telah diperbuat selama ini? Renungkan.
Kedua, Pasrah Total.
Dalam kondisi bangkrut dan punya hutang, sadarilah bahwa sungguh Maha Besarnya Allah dan betapa kecilnya kita. Pasrah saja. Ridho dengan keadaan yang ada. Terima segala kemungkinan yang terjadi. Pasrahkan diri kita hanya pada-Nya.
Ketiga, Bantu Orang Lain.
Ingatlah sabda Rasulllah SAW, "Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya selama hambaNya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim). Bantu orang lain dahulu, dibantu Allah kemudian.
Keempat, Tingkatkan Amalan Harian.
Shalat Dhuha, Tahajud, Tadarrus Al-Qur'an, Sholat Tepat Waktu, Shubuh Berjamaah, Dzikir, dan amalan-amalan harian lainnya harus ditingkatkan. Dekati Allah, supaya Allah kasih solusi dari arah yang tidak disangka-sangka.
Kelima, Persering Silaturrahmi.
Dibalik silaturrahmi, ada rezeki. Yakinilah itu. Coba perbaiki hubungan dengan orang tua, pasangan, keluarga, sanak saudara, rekan kerja, dan teman-teman kita. Hubungi mereka jangan pas ada butuhnya saja. Ingat itu. Ingat.
Keenam, Perbanyak Sedekah.
Sedekah itu bukan dari yang kaya ke yang miskin, tapi dari yang mau ke yang membutuhkan. Bahasa langit itu bukan kaya dan miskin, tapi lapang dan sempit. Orang kaya bisa jadi sempit, kalau dia pelit. Orang miskin bisa jadi lapang, kalau dia dermawan.
Ketujuh, Minta Doa Orang Tua.
Doa orang tua bisa langsung tembus ke langit. Jangan sungkan minta doa orang tua agar hutang kita dilunaskan. Ok?
Ya. Fokuskan diri untuk deketin Allah. Gak usah sibuk mikirin gimana teknis dan cara nyelesainnya. Gak akan kepikiran! Biarkan Allah yang bimbing langkah kita...
Rezekinya tak diduga-duga, tahu-tahu LUNAS tak tersisa! Beneran...
Yuk, lunasi hutang kita...
"Berhati-hatilah kamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan kerisauan di malam hari dan menyebabkan kehinaan di siang hari. (Riwayat Al Baihaqi).
Jangan sampai entar jiwa kita terkatung-katung, hanya gara-gara utang...
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, "Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung dengan sebab utangnya sampai hutang dilunasi." (HR. Ahmad)
Bahkan, Rasulullah pernah menjelaskan, sekalipun seorang mukmin tersebut mati dalam keadaan syahid, hutangnya akan tetap ditangguhkan.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ra, bahwa Rasullah SAW bersabda,
"Orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya, kecuali utang."(HR. Muslim)
Mengingat begitu beratnya perkara hutang ini, semoga sebelum meninggal, hutang-hutang kita sudah terlunasi. Aamiiiin...
Lemes juga nih nulisnya. Hehe 😁
Jangan lupa baca buku 7KFPP, pesen di bit.ly/order_buku_7KFPP, ambil pelajaran disana. Ok? Hehe.
Semoga bermanfaat ya. Maaf kalo kepanjangan... Boleh dishare.
Komentar
Posting Komentar